Tampilkan postingan dengan label self improvement. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label self improvement. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juni 2012

Membuat Penyelesaian Masalah

Setiap hari dalam hidup ini, kita selalu didera oleh masalah. Dan dalam beberapa jangka waktu dalam hidup ini terasa masalah seperti tidak ada habis-habisnya. Bahkan belum selesai satu masalah, datang pula masalah baru. Masalah selalu datang, dan terus akan datang bertambah-tambah setiap waktu. Setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik, terus muncul masalah baru.
Lantas, apakah kita harus lari dari masalah?

Rabu, 01 Februari 2012

Hidup Ini Seperti Permainan Angka-angka

Setiap waktu dalam hidup ini, kita dikelilingi angka-angka. Detik demi detik bergulir, tak terhentikan, satu menjadi dua, dua menjadi tiga, dan seterusnya. Kemudian umur bertambah. Sisa waktu hidup berkurang. Hidup ini seperti permainan angka-angka.
Kata orang, waktu adalah uang. Namun dibalik kedua kata tersebut, baik waktu mau pun uang merupakan angka-angka. Ada tuntutan batasan-batasan angka untuk mencapai suatu kesuksesan. Apakah bilangan itu kecepatan (waktu) atau pun jumlah penghasilan (uang). Akan tetapi apakah

Selasa, 24 Januari 2012

Mau Nyetir? Dengarkan Dulu Apa Kata Badanmu

Mengemudikan kendaraan apakah kendaraan roda 2, roda 3, roda 4 atau berapa pun jumlah rodanya, diperlukan konsentrasi penuh. Semua panca indera harus siap untuk menerima keadaan di hadapan yang akan dituju, sehingga dapat merencanakan pengambilan tindakan dengan baik. Di samping itu perlu pula memperhatikan apa yang terjadi di belakang. Hmm, betapa kompleksnya mengemudi.
Pada akhirnya mengemudi adalah hal yang mudah setelah melalui banyak latihan. Namun hal terberat justru untuk mengalahkan diri sendiri karena kita sering lupa untuk mendengarkan apa kata badan mu.

Jumat, 20 Januari 2012

Peraturan Dibuat untuk Dilanggar?


Apakah benar begitu? Lalu buat apa peraturan dibuat? Jadi benar-benar peraturan dibuat untuk dilanggar?
Mungkin telah akrab di telinga kita, ada seorang teman yang melanggar peraturan sebut lah melanggar rambu lalu-lintas, saat Anda tegur, dengan enteng dia menjawab, “Kan peraturan dibuat untuk dilanggar.”
Kemudian waktu berlalu, Anda pun tidak melanjutkan teguran Anda. Si teman Anda merasa tidak bersalah sedikit pun. Seperti tidak terjadi apa-apa waktu berlalu.
Beberapa hari kemudian Anda melihat teman Anda melakukan pelanggaran lalu-lintas kembali. Kali ini Anda tidak menegurnya. Kemudian waktu berlalu.

Rabu, 18 Januari 2012

Menghargai sebuah Keputusan


Setiap individu adalah pemimpin. Setiap pemimpin adalah pengambil keputusan. Dan sebuah keputusan harus diambil.
Mengapa sebuah keputusan harus diambil? Di tengah situasi hidup yang terasa semakin menghimpit, menyikut dan menindas, berbagai pilihan dalam hidup menyerbu. Setiap orang mendapatkan pilihan-pilihan dalam hidup dimana setiap pilihan mengantarkan pada pilihan berikutnya. Hidup adalah rangkaian pilihan-pilihan dimana setiap orang adalah pemimpin (dirinya sendiri) untuk mengambil keputusan.

Jumat, 12 Februari 2010

Dunia yang Turbelens


Kita hidup di dunia yang turbelens, segala sesuatu dapat berubah sewaktu-waktu tanpa kita menyadarinya, tanpa bertanya apakah kita sudah punya persiapan untuk menghadapi setiap perubahan,waktu akan tetap berjalan tidak bisa dihentikan. Tidak ada seorang pun yang dapat menghentikan waktu.
Ada saat dimana kita merasa semua yang terjadi tidak memihak kepada kita. Dan waktu tetap terus berjalan, lalu menjawab bahwa kejadian yang tidak memihak kepada kita adalah bagian kecil dari kehidupan yang mungkin justru membuat kita menjadi lebih baik.
Kita hidup di dunia yang turbelens, maka bersiap akan semua kemungkinan yang dapat terjadi. Bila ingin membuat rencana, buatlah rencana-rencana cadangan atas apa-apa yang akan dilakukan. Ingat manusia hanya bisa berencana, bukan menentukan kejadian. Tuhan adalah maha perencana yang menentukan segala sesuatu terjadi. Lihat apa yang terjadi saat sebuah rencana dijalankan. Apa kendala, apa yang kita lakukan untuk mengendalikannya. Setiap kendala atau rintangan harus dihadapi bukan dihindari.
Setiap waktu, setiap kejadian memperkaya pengalaman hidup. Betapa terbatas pengalaman hidup seseorang bila hanya membatasi pada diri pribadi. Luangkan waktu untuk berbagi cerita dengan teman, membaca buku dan melakukan kegiatan sosial akan lebih memperkaya pengalaman hidup. Sebab kita hidup di dunia yang turbelens.
Kita hidup di dunia yang turbelens, dimana ekonomi bergerak melewati siklus tertentu, namun tidak beraturan. Ada masa ekspansi, masa puncak, masa resesi dan masa depresi. Di masa ekspansi ekonomi bergairah seperti menerima darah baru yang mengalir di seluruh tubuh, sehingga lapangan kerja bertambah, pengangguran dapat diserap dunia industri. Masa puncak adalah kelanjutan masa ekspansi, uang (sebelumnya saya umpamakan sebagai darah) ada dimana-mana, namun mengakibatkan harga meningkat gila-gilaan. Kemudian masa resesi datang untuk menahan harga yang meningkat tajam, peredaran uang dikurangi. Pengangguran kembali meningkat sebab industri  kehilangan gairah. Lalu bila terjadi masa resesi yang berlebihan maka datang masa depresi. Industri lesu. Ada yang gulung tikar karena minat pembeli berkurang berlebihan dengan kurangnya peredaran uang. Keempat siklus ekonomi ini akan selalu berulang tanpa batasan waktu yang jelas. Apakah kita siap menghadapinya?
Kita hidup di dunia yang turbelens, bersiaplah akan segala perubahan yang kadang mendadak kadang pula berjalan lambat. Ketidakteraturan bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Tidak beraturan sehingga pada buku manual setiap produk merasa perlu menulis: design & specifications are subject to change without prior notice.
Kita hidup di dunia yang turbelens

Melak, 12 Februari 2010