Terik matahari masih saja terasa di kerumunan di Bandara siang itu. Sudah pukul 13:30 dan belum ada kepastian keberangkatan. Syukurlah, anak kami, Alya, masih lincah berlari-lari di pelataran Bandara di bawah pengawasan istri. Sesekali istri bertanya lembut tentang kepastian keberangkatan.Hanya sebuah catatan, ya, catatan, Catatan Jo: Apalagi yang kita punya selain Tuhan, cinta, dan keberanian
Jumat, 15 Oktober 2010
Minyak Kalimantan
Terik matahari masih saja terasa di kerumunan di Bandara siang itu. Sudah pukul 13:30 dan belum ada kepastian keberangkatan. Syukurlah, anak kami, Alya, masih lincah berlari-lari di pelataran Bandara di bawah pengawasan istri. Sesekali istri bertanya lembut tentang kepastian keberangkatan.Sabtu, 19 Juni 2010
Cerpen: Anakku
"Pa, naik pesawat terbang itu enak ya?" Anakku bertanya sambil memainkan
pesawat-terbangannya ke kiri ke kanan. Aku sama sekali tidak tahu harus menjawab
apa. Aku mulai menjatuhkan jari-jariku ke tuts mesin tik andalanku saat dia
bertanya.
"Ya. Mungkin.... Mungkin enak juga," jawabku sekenanya sambil mengisap rokok
dalam-dalam. Dan memikirkan kalimat-kalimat apa lagi yang harus diketik pada
kertas calon cerpenku ini.
pesawat-terbangannya ke kiri ke kanan. Aku sama sekali tidak tahu harus menjawab
apa. Aku mulai menjatuhkan jari-jariku ke tuts mesin tik andalanku saat dia
bertanya.
"Ya. Mungkin.... Mungkin enak juga," jawabku sekenanya sambil mengisap rokok
dalam-dalam. Dan memikirkan kalimat-kalimat apa lagi yang harus diketik pada
kertas calon cerpenku ini.
Jumat, 12 Februari 2010
Dunia yang Turbelens
Kita hidup di dunia yang turbelens, segala sesuatu dapat berubah sewaktu-waktu tanpa kita menyadarinya, tanpa bertanya apakah kita sudah punya persiapan untuk menghadapi setiap perubahan,waktu akan tetap berjalan tidak bisa dihentikan. Tidak ada seorang pun yang dapat menghentikan waktu.
Ada saat dimana kita merasa semua yang terjadi tidak memihak kepada kita. Dan waktu tetap terus berjalan, lalu menjawab bahwa kejadian yang tidak memihak kepada kita adalah bagian kecil dari kehidupan yang mungkin justru membuat kita menjadi lebih baik.
Kita hidup di dunia yang turbelens, maka bersiap akan semua kemungkinan yang dapat terjadi. Bila ingin membuat rencana, buatlah rencana-rencana cadangan atas apa-apa yang akan dilakukan. Ingat manusia hanya bisa berencana, bukan menentukan kejadian. Tuhan adalah maha perencana yang menentukan segala sesuatu terjadi. Lihat apa yang terjadi saat sebuah rencana dijalankan. Apa kendala, apa yang kita lakukan untuk mengendalikannya. Setiap kendala atau rintangan harus dihadapi bukan dihindari.
Setiap waktu, setiap kejadian memperkaya pengalaman hidup. Betapa terbatas pengalaman hidup seseorang bila hanya membatasi pada diri pribadi. Luangkan waktu untuk berbagi cerita dengan teman, membaca buku dan melakukan kegiatan sosial akan lebih memperkaya pengalaman hidup. Sebab kita hidup di dunia yang turbelens.
Kita hidup di dunia yang turbelens, dimana ekonomi bergerak melewati siklus tertentu, namun tidak beraturan. Ada masa ekspansi, masa puncak, masa resesi dan masa depresi. Di masa ekspansi ekonomi bergairah seperti menerima darah baru yang mengalir di seluruh tubuh, sehingga lapangan kerja bertambah, pengangguran dapat diserap dunia industri. Masa puncak adalah kelanjutan masa ekspansi, uang (sebelumnya saya umpamakan sebagai darah) ada dimana-mana, namun mengakibatkan harga meningkat gila-gilaan. Kemudian masa resesi datang untuk menahan harga yang meningkat tajam, peredaran uang dikurangi. Pengangguran kembali meningkat sebab industri kehilangan gairah. Lalu bila terjadi masa resesi yang berlebihan maka datang masa depresi. Industri lesu. Ada yang gulung tikar karena minat pembeli berkurang berlebihan dengan kurangnya peredaran uang. Keempat siklus ekonomi ini akan selalu berulang tanpa batasan waktu yang jelas. Apakah kita siap menghadapinya?
Kita hidup di dunia yang turbelens, bersiaplah akan segala perubahan yang kadang mendadak kadang pula berjalan lambat. Ketidakteraturan bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Tidak beraturan sehingga pada buku manual setiap produk merasa perlu menulis: design & specifications are subject to change without prior notice.
Kita hidup di dunia yang turbelens…
Melak, 12 Februari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
